Siapa yang tak tahu tentang bali?
Bali adalah sebuah propinsi yang menjadi penghasil pendapatan tertinggi, yang
dikarenakan dapat menarik banyak minat dari para turis,baik dari turis domestic
maupun turis mancanegara pun sangat tertarik dengan bali.
Propinsi bali yang
biasa dijuluki sebagai pulau dewata ini pun tidak hanya menarik dari segi
alamnya dan kulinernya, tetapi juga dari segi kebudayaannya. Kebudayaan yang
sangat kita kenal yaitu adalah Tari Bali.
Tari bali ini pun tidak hanya
menggambarkan betapa anggunnya seorang penari,maupun filosofi dari tarian yang
ditampilkan. Tetapi, tari bali dapat diklasifikasikan sebagai tari sacral dan
juga tari sacral.
Tari sacral adalah sebuah tarian
yang biasanya ditampilkan pada acara tertentu dan pada upacara keagamaan.
Tarian ini berfungsi sebagai pelengkap dari jalannya upacara keagamaan, tari sacral
ini pun hanya dilakukan didalam pura (tempat ibadah) pada saat sedang ada
piodalan dipura tersebut, dan tarian ini bukan sebagai tari hiburan yang pada
biasanya dipertunjukan.
Berikut ini adalah tari sacral yang biasa
dilaksanakan pada acara piodalan, yakni :
1.
Tari
Rejang Dewa
Yaitu adalah tarian tradisional dalam menyambut kedatangan serta sebagai persembahan
suci bagi para dewa yang datang dari Khayangan
dan turun ke Bumi dalam upacara piodalan yang sedang berlangsung.
2. Tari Baris
Yaitu adalah merupakan tarian pasukan perang.
"Baris" yang berasal dari kata bebaris yang dapat diartikan pasukan
maka tarian ini menggambarkan ketangkasan pasukan prajurit. Tari ini merupakan
tarian kelompok yang dibawakan oleh pria, umumnya ditarikan oleh 8 sampai lebih.
Tarian ini biasanya dilakukan setelah tari rejang telah selesai.
3. Tari
Topeng Sidakarya
Yaitu adalah bagian dari pementasan tari topeng yang
mengiringi sebuah upacara besar di Bali. Topeng Sidakarya dianggap sebagai
pelengkap upacara-upacara tersebut. Topeng ini tampil sebagai pamungkas tari
persembahan (wewalen) sebelum acara pemujaan bersama yang dipimpin oleh
Sulinggih dilakukan.
Tari Profan
adalah sebuah tarian yang biasanya dianggap sebagai hiburan dalam acara
piodalan. Dimana biasanya tarian ini juga dapat kita saksikan tidak hanya di
madya mandala (bagian tengah dari pura) melainkan juga dapat kita lihat di
panggung acara lainnya. Tari profan ini pun banyak peminatnya, tidak hanya
warga bali saja yang bisa menarikannya, bahkan turis macanegara maupun
masyarakat domestic pun bisa
menarikannya. Untuk dapat menarikan berbagai macam tari profan ini pun kita
bisa mengikuti kursus tari bali, yang biasanya ada di pura.
Berikut ini
beberapa tari profan yang biasa kita lihat :
1.
Tari
Cendrawasih
Tari Cendrawasih adalah tarian yang terinspirasi oleh burung cendrawasih. Tari
Cendrawasih adalah salah satu dari beberapa tari Bali yang terinspirasi oleh
burung. Tarian tersebut ditampilkan oleh dua wanita,satu memerankan burung
cendrawasih jantan dan satu memerankan betina, tarian tersebut mengambil bentuk
dari ritual perkawinan.
2. Tari
Oleg Tamulilingan
Oleg dapat berarti gerakan yang lemah
gemulai, sedangkan tamulilingan berarti kumbang pengisap madu bunga. Tari Oleg Tamulilingan
melukiskan gerak-gerik seekor kumbang, yang sedang bermain-main dan
bermesra-mesraan dengan sekuntum bunga di sebuah taman.
3. Tari Panjisemirang
tarian ini menggambarkan tentang pengembaraan seorang
laki-laki namun di tarikan oleh penari wanita. Tentu saja, ada sejarahnya
mengapa tarian ini harus di tarikan oleh seorang wanita meskipun menceritakan
kisah pengembaraan seorang laki-laki. Tarian ini menceritakan tentang seorang
putri raja bernama Galuh Candrakirana yang pergi mengembara dengan menyamar
menjadi laki-laki bernama Raden Panji. Pengembaraan ini dilakukan setelah putri
tersebut kehilangan suaminya. Namun, dalam Babad Bali tarian ini menggambarkan
putri bernama Galuh Candrakirana yang melakukan pengembaraan untuk mencari
kekasihnya yang bernama Raden Panji Inu Kertapati, dengan menyamar sebagai
laki-laki. Tarian ini ditarikan oleh perempuan dengan penampilan seperti
laki-laki, dan tentu saja tidak memiliki gerakan perempuan sama sekali dalam
tarian ini.
Dan masih
banyak lagi tari bali yang termasuk dalam jenis tari profan, bila teman-teman
ingin mempelajari tari bali jenis ini, dapat datang ke pura terdekat pada hari
sabtu sore, yang dimana pada hari tersebut biasanya dilaksanakan kursus tari
bali, yang dilatih oleh seseorang yang pastinya sudah professional. Demikian
pembahasan mengenai tari bali kali ini,
semoga dapat memberikan inspirasi bagi teman pembaca semuanya :)
Sumber :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar