Kamis, 19 Oktober 2017

CLOUD COMPUTING



Cloud Computing



Di era digital yang seperti ini, keberadaan cloud computing telah banyak dirasakan oleh masyarakat di kehidupan sehari-hari seperti yang kita tahu juga pada penggunaan email dalam penggunaan media sosial. Kali ini saya akan membahasnya lebih jelas seperti dibawah ini :

  1. Pengertian
Menurut sebuah makalah tahun 2008 yang di publis oleh IEEE Internet Computing “Cloud computing adalah suatu paradigma dimana informasi secara permanen tersimpan di server internet dan tersimpan secara sementara di computer pengguna (client) termasuk di dalamnya adalah desktop, computer tablet, notebook, computer tembok, handheld,sensor-sensorm monitor, dan lain-lain.
  
Pada umumnya cloud computing ini adalah gabungan teknologi computer (komputasi) di dalam suatu jaringan dengan berbasis internet (awan) yang dimana fungsinya untuk menjalankan sebuah program maupun aplikasi melalui computer yang tersambung di waktu yang bersamaan, namun tidak semua yang tersambung melalui internet ini menggunakan cloud computing.

Dengan teknologi computer berbasis system cloud ini menjadikan internet sebagai pusat server dimana untuk mengolah data dan aplikasi penggunanya. Teknologi ini pun memudahkan penggunanya untuk menjalankan program tanpa harus menginstall terlebih dahulu, karena disini penggunanya diberikan hak akses (login) untuk mengakses data pribadi mereka melalui computer dengan berbasis internet ini. Komputasi awan saat ini merupakan trend teknologi terbaru yang banyak digunakan oleh masyarakat. Penerapan komputasi awan saat ini sudah banyak dilakukan oleh perusahaan IT terkemuka di dunia.

  1. Sejarah
Di tahun 50-an, cloud computing ini memiliki sebuah konsep yang mendasar. Pada kompter mainframe yang tersedia dalam skala yang besar di dalam dunia Pendidikan dan perusahaan dapat mengakses melalui kompter terminal disebut dengan terminal statis. Terminal ini biasanya digunakan untuk melakukan komunikasi namun tidk memiliki kapasitas pemprosesan internal.         

Agar dapat mengubah penggunaan mainframe yang relative mahal ini menjadi lebih efisien ini maka perlu mengembangkan akses fisik computer dari pembagian kinerja CPU. Dengan adanya hal ini maka dapat menghilangkan periode tidak aktif pada mainframe, yang nantinya memungkinkan untuk kembali pada investasi.

Pada tahun 60-an, John Mc Carty berpendapat bahwa “pehitungan suatu hari nanti dapat diatur sebagai utilitas public”. Hingga sampai akhirnya pada pertengahan tahun 70-an, dikenal dengan RJE Remote proses Entry home Job yang memiliki kaitan besar dengan IBM dan DEC Mainframe. Pada tahun 90-an, perusahaan telekomunikasi mulai menawarkan VPN layangan jaringan pribadi dengan kualitas sebanding pelayanannya dengan biaya yag lebih rendah.

Dengan munculnya hal tersebut maka cloud computing dapat memperluas batas ini untuk menutup server serta infrastruktur jaringan dan menggunakan symbol awan sebagai penunjuk titik demarkasi antara penyedia jasa dan penggunanya yang saling bertanggung jawab. Di tahun 2000, amazon memiliki peran penting  di dalam sebuah semua pengembangan cloud computing dengan memodernisasi pusat data.

Setelah menemukan arsitektur awan baru, mengalami peningkatan efisiensi internal sedikit bergerak cepat dapat menambah fitur baru dengan lebih mudah. Lalu amazon pun mulai mengembangkan produk baru sebagai penyedia cloud computing untuk pelanggan eksternal dan meluncurkan Amazon Web Service (AWS) di tahun 2006. Pertengahan tahun 2008, Gartner melihat kesempatan untuk membentuk hubungan antara konsumen layanan TI, mereka menggunakan layanan TI lalu menjualnya. Kemudian tepat tanggal 1 maret 2011, IBM mengumumkan SmartCloud kerangka IBM Smarter Planet untuk mendukung.

  1. Karakteristik
Berikut ini adalah karakteristik yang harus dimiliki oleh cloud :

1.      On-demand self-service
Dapat dimanfaatkan oleh pengguna melalui mekanisme swalayan dan langsung tersedia pada saat kita butuhkan tanpa interaksi dari pihak penyedia layanan.
2.      Broad Network Access
Dapat diakses dari mana saja, kapan saja, dengan ala tapa pun, asalkan kita terhubung dengan jaringan layanan dan bisa juga di akses oleh berbagai jenis perangkat seperti smartphone, tablet, laptop, dll.
3.      Resources Pooling
Tersedia secara terpusat dan dapat membagi sumber daya secara efisien, karena cloud computing digunakan secara bersama-sama oleh pelanggan, maka penyedia layanan harus dapat membagi beban secara efisien, sehingga system dapat dimanfaatkan secara maksimal.
4.      Rapid elasticity
Dapat menaikkan(menurunkan) kapasitas sesuai dengan kebutuhan karena bersifat fleksibel.
5.      Measured services
Disediakan secara terukur, karena nantinya akan digunakan 4 proses pembayaran. Layanan cloud computing dibayar sesuai dengan penggunaannya, sehingga harus terukur dengan baik. Maka pelanggan dapat memonitor sumber daya komputasi yang dipakai secara transparan antara penyedia layanan dan pelanggan.

  1. Cara Kerja
System cloud ini bekerja menggunakan jaringan internet sebagai server dalam mengolah data. Dengan hal ini maka memungkinkan pengguna untuk login ke internet yang tersambung ke program untuk menjalankan aplikasi yang dibutuhkan tanpa melakukan instalasi. Media penyimpanan data dan juga intruksi atau perintah dari pengguna disimpan secara virtual melalui jaringan internet kemudian nantinya akan dilanjutkan ke server aplikasi.

Setelah perintah diterima, maka kemudian data diproses dan pada proses final pengguna akan disajikan dengan halaman yang telah diperbaharui sesuai dengan intruksi yang diterima sebelumnya sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh konsumen.

  1. Model Pengiriman Data via Cloud Computing
Ada 3 model pengiriman data via cloud computing, yaitu :

1.      Software as a Service
Layanan dimana kita bisa langsung menggunakan aplikasi yang telah disediakan. Penyedia layanan mengelola infrastruktur dan platform yang menjalankan aplikasi tersebut. Keuntungan dari layanan ini adalah pengguna tidak perlu membeli lisensi untuk mengakses aplikasi tersebut. Pengguna hanya membutuhkan perangkat klien komputasi awan yang terhubung ke internet.

2.      Platform as a Service
Layanan yang menyediakan computing platform, perusahaan yang menyediakan layanan ini maka bertanggung jawab dalam pemeliharaan computing platform ini. Keuntungan adanya layanan ini bagi pengembang adalah mereka bisa focus pada aplikasi yang mereka buat tanpa memikirkan tentang pemeliharaan dari computing platform.

3.      Infrastruktur as a Service
Layanan komputasi awan yang menyediakan infrastruktur IT berupa CPU, RAM, storage, bandwith dan konfigurasi lain yang digunakan untuk membangun computer virtual. Komputer virtual dapat diinstal system operasi dan aplikasi sesuai dengan kebutuhan. Keuntungan layanan ini adalah tidak perlu membeli computer fisik sehingga lebih menghemat biaya. Konfigurasi computer virtual juga dapat diubah sesuai dengan kebutuhan.

Ada 4 model penyebaran dalam komputasi awan :

a.       Public cloud; yaitu dimana dalam satu server ada banyak penggunanya
b.      Private cloud; yaitu hanya ada satu pengguna dalam server
c.       Hybrid cloud; yaitu dapat digunakan untuk public maupun private cloud
d.      Community cloud; yaitu dapat digunakan bersama-sama oleh beberapa perusahaan yang memiliki kesamaan kepentingan.

  1. Kelebihan dan Kekurangan Cloud Computing
1.      Kelebihan cloud computing :
a.       Data terpusat; yaitu data berpusat di server sehingga memungkinkan kita mengakses mesin cloud darimana pun selama masih terhubung jaringan internet.
b.      Fleksibel; yaitu memudahkan dalam mengakses data dimana pun dan kapan pun itu jika terhubung dengan jaringan internet.
c.       Memiliki stabilitas yang tinggi; yaitu kita dapat menambah atau mengurangi spesifikasi atau sumber daya dari kapasitas server yang digunakan.
d.      Investasi; yaitu dapat menghemat biaya investasi untuk membeli sebuah server atau computer fisik.

2.      Kekurangan cloud computing :
a.       Kerahasiaan data tidak terjamin; adanya risiko data user dapat diakses oleh orang yang tidak berkepentingan.
b.      Sangat bergantung pada koneksi internet; ketika tidak ada koneksi internet, atau jalur internet menuju cloud provider sedang mengalami masalah maka secara otomatis akses ke mesin cloud computing akan terputus.
c.       Tingkat keamanan yang belum terjamin; saat mengalami gangguan, kita tidak dapat menuntut pihak server karena kesalahan data-data tersebut.

  1. Jenis aplikasi cloud computing
1.      Google drive

Layanan penyimpanan secara online yang dimiliki google yang diluncurkan pada tanggal 24 april 2012. Dimana sebenarnya aplikasi ini merupakan pengembangan dari google docs. Google drive ini memiliki kapasitas penyimpanan sebesar 5gb kepada setiap penggunanya, kapasitas ini dapat ditambahkan dengan membayar atau membeli storage.

Penyimpanan file di aplikasi ini pun dapat memudahkan pemiliknya untuk mengakses file tersebut kapan pun dan dimana pun dengan menggunakan smartphone, laptop, computer desktop, computer tablet, dll sehingga file tersebut pun mudah dibagikan dengan orang lain untuk berbagai pakai ataupun melakukan kolaborasi dalam pengeditan.

2.      Windows azure

System operasi yang dibuat oleh Microsoft yang dirilis pada tanggal 1 februari 2010 untuk mengembangkan dan mengatur aplikasi serta melayani sebuah jaringan global dari Microsoft data centers. Aplikasi ini mendukung berbagai Bahasa dan alat pemrograman.

3.      Amazon web service

Salah satu layanan platform as a service yang dibuat oleh perusahaan amazon. Dengan menggunakan AWS kita dapat mengembangkan aplikasi dengan mengaktifkan middleware ataupun aplikasi yang dibutuhkan.

4.      Git dan github

Menyediakan lokasi berbasis cloud yang terpusat untuk menyimpan,berbagi,menerbitkan,menguji, dan berkolaborasi dalam proyek pengembangan web. Github telah menambahkan platform pementasan yang memungkinkan pengembang membagikan prototipe, berkolaborasi dalam proyek, mengedit dan membangun kode masing-masing, dan memberikan kesempatan kepada pemangku kepentingan untuk melakukan kemajuan dalam proses uji coba.

  1. Perusahaan yang memanfaatkan cloud computing
Salah satu perusahaan yang  menggunakan cloud computing ini adalah Lintas Media Danawa (LMD), anak perusahaan Lintasarta, perusahaan ICT terkemuka di indonesia saat ini, membawa teknologi computing ke Indonesia. Perusahaan ini melayani on demand cloud computing dan private  cloud computing dengan biaya yang tidak terlalu mahal yaitu untuk layanan on demand cloud computing.

Langkah yang diambil perusahaan ini adalah pilihan yang tepat karena tak perlu keluar banyak biaya, menghemat biaya sampai 80% dan bebas biaya perawatan. Penghematan ini adalah rak yang dipakai untuk server cukup 2 rak, sedangkan jika tidak menggunakan cloud computing, perusahaan butuh lebih dari 10 rak. Selain itu, dari sisi biaya jauh lebih murah.

Sumber :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar